Apakahkelainan yg disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan dalam paru-paru, sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan bernapas?a. a. Asma Dilansirdari Encyclopedia Britannica, kelainan yang disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan disebut asma. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Paru-paru seorang pasien penuh dengan cairan. Setelah dianalisis ternyata ditemukan bakteri Streptococcus pneumoniae. Sistempernapasan bagian atas, meliputi hidung dan faring. Sistem pernapasan bagian bawah, meliputi laring, trakea, bronkus, dan paru-paru. Secara fungsional, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama. Zona penghubung, tersusun atas serangkaian rongga dan saluran yang saling terhubung baik di luar maupun di dalam paru-paru. Volumedan kapasitas paru merupakan gambaran fungsi ventilasi sistem pernapasan. Volume paru dalam keadaan statis terdiri dari Volume tidal (tidal volume atau TV) adalah volume udara yang masuk dan keluar dalam keadaan istirahat atau pernapasan biasa.Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume atau IRV) adalah jumlah udara yang masih dapat dihirup kelainansaluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, tidak disebabkan penyakit lainnya. Emfisema suatu kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal, disertai kerusakan dinding alveoli. Pada prakteknya cukup banyak Apakahkelainan yang disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan dalam paru – paru, sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan bernapas? a.asma. b. asfiksi. c. influenza. d. bronkitis. Jawaban. pilihan jawaban yang tepat adalah A. Pembahasan. Ada berbagai macam penyakit atau kelainan yang dapat menyerang sistem pernapasan, x2FHtie. Bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi seperti pabrik atau tambang tak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja, namun juga meningkatkan peluang terkena penyakit. Salah satunya adalah penyakit pernapasan yang dikenal dengan nama pneumoconiosis. Artikel kali ini akan mengulas secara lengkap seputar penyakit ini, mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganannya. Apa itu pneumoconiosis? Pneumoconiosis adalah penyakit sistem pernapasan yang disebabkan oleh penumpukan partikel debu di dalam paru-paru. Partikel debu penyebab penyakit ini biasanya berasal dari asbestos, batu bara, silika, dan lain sebagainya yang umumnya ada di area industri atau pertambangan lalu terhirup dalam jangka waktu panjang. Karena partikel penyebab pneumoconiosis lebih sering ditemukan di area pabrik, industri, dan tambang maka penyakit ini juga umum disebut dengan “penyakit akibat kerja” occupational disease. Ketika partikel-partikel berbahaya itu masuk ke dalam saluran pernapasan, akan timbul peradangan sebagai reaksi dari tubuh yang berupaya melawan masuknya benda asing. Seiring dengan perkembangan penyakit, pneumoconiosis berisiko menyebabkan kerusakan paru-paru hingga kematian. Hingga sekarang belum ditemukan cara untuk menyembuhkan penyakit ini secara tuntas. Hal yang bisa dilakukan adalah mengendalikan gejala-gejalanya saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Pneumoconiosis adalah salah satu penyakit pernapasan yang paling banyak terjadi dalam lingkungan atau tempat kerja. Berdasarkan jurnal Occupational and Environmental Medicine, kasus pneumoconiosis mengalami peningkatan sebesar 66% sejak tahun 1990 hingga 2017. Kasus kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria, terutama mereka yang sudah lama aktif merokok. Sementara itu, menurut Kemenkes, diperkirakan sekitar 9% pekerja tambang di Indonesia menderita penyakit ini akibat sering terpapar batu bara, mineral, silika, dan asbestos. Apa saja gejala pneumoconiosis? Penyakit ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang sampai menimbulkan gejala pertama. Pasalnya, penumpukan debu di dalam paru-paru bisa memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Pneumonia merupakan infeksi yang menciptakan peradangan pada kantong udara alveolus di satu atau kedua paru-paru. Penyebabnya pun berbeda-beda. Anda perlu mengetahuinya secara pasti demi mendapat perawatan radang paru-paru yang tepat, sehingga terhindar dari komplikasi akibat pneumonia. Dengan mengetahui penyebab pneumonia, dokter juga bisa menentukan apakah Anda perlu dirawat di rumah sakit atau hanya mendapatkan pengobatan pneumonia di rumah. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Apa saja penyebab penyakit pneumonia? Banyak kuman yang bisa menjadi penyebab pneumonia. Namun, penyebab paling umum pneumonia adalah bakteri dan virus di sekitar lingkungan hidup kita. Tubuh Anda biasanya dapat mencegah agar kuman-kuman tersebut tidak menginfeksi paru-paru. Namun, terkadang kuman ini dapat mengalahkan sistem pertahanan tubuh Anda, bahkan ketika kesehatan Anda baik secara umum. Secara umum, kuman penyebab infeksi dapat menjadi pembeda antara jenis pneumonia satu dengan yang lainnya. Berikut adalah ulasannya Bakteri Dikutip dari American Lung Association, jenis pneumonia akibat bakteri yang paling umum disebut dengan pneumonia pneumokokus. Pneumonia pneumokokus disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae yang biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas. Bakteri lain yang juga menjadi penyebab umum pneumonia adalah Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus, streptokokus grup A, Moraxella catarrhalis, anaerob, dan bakteri gram negatif aerob. Pneumonia bakteri dapat muncul dengan sendirinya atau berkembang setelah Anda terserang virus flu. Setelah anda terserang virus flu, pertahanan tubuh akan sedikit menurun. Hal tersebut memudahkan berkembangnya bakteri jahat yang kemudian dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia ini kadang hanya memengaruhi satu bagian lobus paru-paru. Kondisi ini disebut dengan lobar pneumonia. Orang paling berisiko terkena pneumonia adalah orang-orang yang pulih dari operasi, mereka yang mengidap penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan mereka yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah. Selain bakteri-bakteri di atas, terdapat beberapa mikroorganisme lain yang juga bisa menjadi penyebab pneumonia. Kondisi ini disebut dengan pneumonia atipikal. Kelainan yang disebabkan olehmenyempitnya saluran pernapasandalam paru-paru, sehingga seseorangdapat mengalami kesulitan bernapasan disebut penyakit A. AsmaAsma disebabkan karena ada penyempitan saluran pernafasan yang disebabkan oleh faktor keturunan, suhu yang dingin, akibat makanan dan faktor lingkungan Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas. Asma dapat diderita oleh semua golongan usia, baik muda maupun tua. Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif dibandingkan orang normal. Ketika paru-paru terpapar pemicu asma, maka otot-otot di saluran pernapasan akan kaku sehingga membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, produksi dahak juga meningkat. Kombinasi dari kondisi tersebut membuat penderita mengalami gejala asma. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI di tahun 2018, diperkirakan ada 2,4 persen dari seluruh penduduk Indonesia yang menderita asma. Sedangkan menurut data WHO di tahun 2019, penderita asma di seluruh dunia mencapai 262 juta orang, dengan angka kematian akibat asma mencapai orang. Penyebab dan Gejala Asma Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa hal yang kerap menjadi pemicu asma, yaitu Asap rokok Debu Bulu hewan Udara dingin Infeksi virus Paparan zat kimia Sejumlah pemicu tersebut dapat menimbulkan keluhan pada penderita asma, seperti sulit bernapas, batuk kering, mengi, dan rasa nyeri atau sesak di dada. Pengobatan dan Pencegahan Asma Pengobatan asma dapat akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala asma, mencegah kekambuhan gejala, serta mengurangi pembengkakan dan penyempitan pada saluran pernapasan. Metodenya bisa berupa pemberian obat-obatan berupa inhaler asma, nebulisasi, obat minum atau operasi. Meski sulit dicegah, ada upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya serangan asma, antara lain dengan Menjalani vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur Mengetahui pemicu munculnya gejala asma dan menghindarinya Melakukan pemeriksaan ke dokter bila gejala tidak juga membaik setelah menjalani pengobatan "Secara umum, sesak napas, batuk berkepanjangan, dan napas berbunyi, adalah beberapa tanda adanya penyakit pada paru-paru. Namun, penyakit yang menyerang paru-paru itu ada berbagai jenis dan tingkat keparahannya berbeda-beda pada setiap individu."Halodoc, Jakarta - Paru-paru adalah salah satu organ yang berperan penting dalam menjalankan sistem respirasi pernapasan. Ketika udara mencapai paru-paru, akan terjadi proses pertukaran antara oksigen dari luar tubuh, dengan karbon dioksida dari dalam darah. Jika paru-paru mengalami gangguan atau terserang penyakit, proses tersebut akan ikut umum, sesak napas, batuk berkepanjangan, dan napas berbunyi, adalah beberapa tanda adanya penyakit pada paru-paru. Namun, penyakit paru-paru itu ada banyak jenisnya. Gejala dan tingkat keparahannya pun dapat berbeda-beda pada setiap individu. Lantas, apa saja jenis penyakit yang menyerang paru-paru? Simak setelah ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang paru-paru1. PneumoniaPneumonia atau paru-paru basah adalah infeksi yang menyebabkan kantung-kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Penyakit ini disebut paru-paru basah karena pada kondisi ini, paru-paru bisa dipenuhi oleh cairan atau nanah. Penyebab peradangan akibat pneumonia adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penularannya dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi kuman dari pengidap yang bersin atau Tuberkulosis TBTuberkulosis TB adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut tidak hanya menyerang paru-paru, tapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, dan ginjal. Penularan bakteri penyebab TB adalah melalui percikan dahak atau cairan dari saluran pernapasan pengidapnya, misalnya saat batuk atau BronkitisBronkitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada bronkus, yaitu percabangan saluran udara yang menuju ke paru-paru. Salah satu penyebab yang paling sering dari penyakit ini adalah infeksi virus, yang ditularkan dari pengidap melalui percikan dahak yang dikeluarkan pengidapnya. Jika percikan dahak itu terhirup atau tertelan oleh orang lain, virus akan menginfeksi saluran bronkus orang Penyakit Paru Obstruktif Kronis PPOKPenyakit paru-paru obstruktif kronis PPOK adalah peradangan paru kronis yang memicu terjadinya gangguan aliran udara, baik menuju ataupun dari paru-paru. Secara umum, ada dua jenis gangguan yang terjadi pada PPOK, yaitu bronkitis kronis dan bronkitis kronis, peradangan terjadi pada dinding bronkus, sedangkan pada emfisema, peradangan atau kerusakan terjadi pada alveoli kantung kecil pada paru-paru. Faktor utama yang dapat menyebabkan PPOK adalah paparan asap rokok dalam jangka panjang, baik secara aktif maupun pasif. Sementara itu, faktor risiko lainnya adalah paparan debu, asap bahan bakar, dan uap bahan AsmaAsma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gejala sesak napas akibat peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Pengidap asma umumnya memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif. Itulah sebabnya ketika terpapar alergen atau pemicu, saluran pernapasannya akan meradang, membengkak, dan menyempit. Akibatnya, aliran udara menjadi terhambat. Selain sesak napas, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang membuat pengidapnya semakin sulit bernapas. Ada beberapa hal yang dapat memicu munculnya serangan asma, yaitu paparan debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, virus, dan zat beberapa jenis penyakit pada paru-paru yang perlu diketahui dan diwaspadai. Kalau kamu mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, napas berbunyi mengi, atau bahkan nyeri dada, jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter Halodoc, yang direkomendasi di bawah ini dr Ahmad Aswar Siregar M. Ked Paru, K. Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi yang berpraktek di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan dan Rumah Sakit Islam Malahayati. Dokter Ahmad Aswar menamatkan pendidikan Spesialis Pulmonologi dan Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan, dan menjadi anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. dr. Aida, M. Ked Paru, Sp. P. Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Rumah Sakit Eshmun, Medan dan RSU Royal Prima Awan Nurtjahyo, SpOG, KFer. Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan yang aktif melayani pasien di RSIA Rika Amelia Palembang. Beliau mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Dokter Awan Nurtjahyo juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia IDI dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia POGI sebagai anggota Penanganan yang dini tentunya akan membuat pengobatan menjadi lebih mudah dilakukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store ataupun Google Play!ReferensiWorld Health Organization. Diakses pada 2020. for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Tuberculosis TB Disease Symptoms and Risk Institute of Health. National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Chronic obstructive pulmonary disease COPD.Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Health Service. Diakses pada 2020. Health A to Z. Lung Association. Diakses pada 2020. Warning Signs of Lung Disease.

kelainan yang disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan dalam paru paru