1201/2017 Admin-1 Sumut Pos Leave a Comment MEDAN, SUMUTPOS.CO - Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi mengatakan, meski tawaran mekanisme untuk membayarkan gaji guru honorer SMA/SMK sudah disampaikan pemerintah pusat, namun Pemprovsu mengakui pihaknya tidak ingin gegabah membuat kebijakan tanpa ada payung hukum yang jelas dari pemerintah pusat. Medanbisnisdailycom-Medan. Para guru honorer SMA/SMK di Sumatra Utara diminta bersabar menunggu realisasi pembayaran kenaikan gaji. Rencananya kenaikan itu baru dibayarkan mulai September 2019. Nantinya pembayaran kenaikan gaji yang terhitung mulai Juli 2019 itu, dibayarkan sekaligus atau secara rapel, yakni dari Juli hingga September. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik Contoh SMA, SMK, guru honorernya 17.000. Jelas saya bisa berikan by name by addres dan nanti akan diketok DPR (DPRD Sumut). Itu jelas, pasti. Tapi kalau yang lain-lain kan tak bisa kalau tidak ada kepastian kepada siapa ini diberikan," sebut Gubernur Edy. GajiHonorer-Ilustrasi. MEDAN, SUMUTPOS.CO - Guru honor SMA dan SMK dapat bernafas lega. Pasalnya, honor mereka yang sebelumnya tidak tertampung di APBD Sumut 2017, kini sudah dapat dialokasikan untuk enam bulan gaji, dengan pagu angaran sebesar Rp45 miliar. Bahkan, dalam bulan ini sudah bisa disalurkan ke masing-masing daerah. KepalaDinas Pendidikan Dra Wastianna Harahap saat dimintai tanggapannya tentang gaji tenaga honor, dia menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terkait perpindahan pengelolan SMA dan SMK ke Provinsi."Saya besok (Hari ini Jumat (12/1) akan ke Dinas Provinsi untuk mempertanyakan semua ini,"jawabnya. DinasPendidikan Kota Palembang. Perbedaan Jumlah Data Guru Honorer SMA/SMK Pasca Peralihan. 2017-03-24. Membengkaknya jumlah guru honorer sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) pasca peralihan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi banyak menimbulkan permasalahan baru, salah satunya mengenai pencairan gaji guru honorer yang belum ada kejelasan w2joC. Adapun 9 daerah yang memberikan bantuan keuangannya yakni Samosir Humbang Hasundutan Toba Samosir Mandailing Natal Labuhan Batu Utara Labuhan Batu Padang Lawas Utara Medan Tebing Tinggi Dikatakan Fuad, pihaknya tidak mengetahui secara rinci berapa honor guru yang akan disalurkan untuk masing-masing daerah. Sebab, rincian tersebut ada di Dinas Pendidikan Sumut. “Kalau rinciannya itu tidak ada sama kami, kecuali nanti setelah disalurkan barulah Disdik mengirimkan laporan. Kalau sekarang untuk masing-masing daerah berapa yang akan dialokasikan itu datanya ada di Disdik karena mereka nanti yang akan menyalurkan,” terang Fuad sembari mengatakan bahwa alokasi anggaran ini akan disalurkan untuk honor guru selama 6 bulan. Di tempat terpisah, Kabid Pembinaan SMA Disdik Sumut, Hamidah Pasaribu mengatakan kalau honor guru SMA di Sumut memang sudah dialokasikan dalam APBDP. Namun, hingga saat ini pihaknya juga masih menunggu pencairannya dari Pemprovsu. “Iya, anggarannya sudah dialokasikan di APBDP,” kata Hamidah. Berdasarkan data dapodik jumlah guru SMA Negeri di Sumut sebanyak orang, guru di SMA swasta sebanyak orang. Sementara jumlah guru SMK Negeri sebanyak orang dan guru swasta sebanyak orang. bal/adz 9 DAERAH BERI BANTUAN KEUANGAN Samosir Humbang Hasundutan Toba Samosir Mandailing Natal Labuhanbatu Utara Labuhanbatu Padanglawas Utara Medan Tebingtinggi Jumlah Guru SMA/SMK di Sumut Guru SMA Negeri       orang Guru SMA Swasta      orang Guru SMK Negeri       orang Guru SMK Swasta       orang. Adapun 9 daerah yang memberikan bantuan keuangannya yakni Samosir Humbang Hasundutan Toba Samosir Mandailing Natal Labuhan Batu Utara Labuhan Batu Padang Lawas Utara Medan Tebing Tinggi Dikatakan Fuad, pihaknya tidak mengetahui secara rinci berapa honor guru yang akan disalurkan untuk masing-masing daerah. Sebab, rincian tersebut ada di Dinas Pendidikan Sumut. “Kalau rinciannya itu tidak ada sama kami, kecuali nanti setelah disalurkan barulah Disdik mengirimkan laporan. Kalau sekarang untuk masing-masing daerah berapa yang akan dialokasikan itu datanya ada di Disdik karena mereka nanti yang akan menyalurkan,” terang Fuad sembari mengatakan bahwa alokasi anggaran ini akan disalurkan untuk honor guru selama 6 bulan. Di tempat terpisah, Kabid Pembinaan SMA Disdik Sumut, Hamidah Pasaribu mengatakan kalau honor guru SMA di Sumut memang sudah dialokasikan dalam APBDP. Namun, hingga saat ini pihaknya juga masih menunggu pencairannya dari Pemprovsu. “Iya, anggarannya sudah dialokasikan di APBDP,” kata Hamidah. Berdasarkan data dapodik jumlah guru SMA Negeri di Sumut sebanyak orang, guru di SMA swasta sebanyak orang. Sementara jumlah guru SMK Negeri sebanyak orang dan guru swasta sebanyak orang. bal/adz 9 DAERAH BERI BANTUAN KEUANGAN Samosir Humbang Hasundutan Toba Samosir Mandailing Natal Labuhanbatu Utara Labuhanbatu Padanglawas Utara Medan Tebingtinggi Jumlah Guru SMA/SMK di Sumut Guru SMA Negeri       orang Guru SMA Swasta      orang Guru SMK Negeri       orang Guru SMK Swasta       orang. Artikel Terkait Kantor Gubsu-Ilustrasi. Pemerintah Provinsi Pemprov Sumatera Utara Sumut fokus untuk mewujudkan misi Sumatera Utara yang bermartabat dalam pendidikan. Tahun 2019, berbagai upaya dan capaian dilakukan demi meningkatkan kualitas dan pemenuhan akses pendidikan masyarakat Sumut. Di tahun pertama kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, Pemprov Sumut membuat gebrakan menaikkan gaji guru tidak tetap honorer Sekolah Menengah Atas SMA, Sekolah Menengah Kejuruan SMK, Sekolah Luar Biasa SLB Negeri di Provinsi Sumut. Gaji guru honorer dinaikkan dari per jam pelajaran menjadi Rp per jam pelajaran. Tidak hanya kesejahteraannya, Pemprov Sumut juga melakukan peningkatan kompetensi guru honorer. “Sudah sepatutnya guru itu sejahtera dengan gaji layak, guru adalah pendidik anak-anak kita yang juga nantinya menjadi penerus kita, jadi kita naikkan gaji guru tidak tetap menjadi per jam pelajaran,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat 27/12. Selain itu, ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, pada tahun 2019, Pemprovsu telah membangun berbagai sarana dan penunjang sekolah di seluruh Sumut. Di antaranya pembangunan dua sekolah baru yakni SMAN 1 Beringin Deliserdang, dan SMK Negeri Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Pemprov Sumut juga menambah sarana penunjang belajar seperti membangun 169 ruang kelas baru, melakukan rehab 64 ruang kelas di 16 kabupaten/kota, pengadaan mobiler sekolah di 83 SMA/SMK di 16 kabupaten/kota, peralatan praktik komputer untuk 62 SMA/SMK di 14 kabupaten kota, alat praktik pertanian untuk 10 SMK di 7 kabupaten/kota. Tidak hanya pembangunan fisik. Peningkatan kapasitas pendidik juga sangat diperlukan. Pemprov Sumut telah melaksanakan berbagai peningkatan kapasitas yang diperuntukkan kepada guru maupun pengelola sekolah. Di antaranya melaksanakan workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran jenjang SMA/SMK bagi 150 orang guru dan peningkatan kompetensi 60 orang guru SLB serta Bimtek Penyusunan Perencanaan Sekolah SMA, SMK, SLB bagi 688 orang Kepala Sekolah. Selain itu juga dilakukan Bimtek penyelenggaraan UNBK SMA/SMK bagi 950 orang petugas manajemen dan pelaksana teknis, workshop implementasi kurikulum 2013 SMK sebanyak 99 orang , workshop pendidikan karakter bagi siswa jenjang SMK sebanyak 99 orang, workshop manajerial dan re-engineering SMK bagi 99 orang. Ada pula beberapa upaya lain di antaranya, peningkatan pelayanan pendidikan berkualitas seperti e – DUPAK, e – Supervisi, e-learninng, dan e – Tes. Juga telah dilakukan revitalisasi SMK dengan program keahlian pengelolaan kopi, serta pelaksanaan gerakan sekolah cerdas bermartabat yang berupa gerakan sekolah mandiri, bersih, melayani, tertib dan bersatu, serta pelaksanaan gerakan sekolah berintegritas bekerjasama dengan KPK RI. Untuk meningkatkan daya saing siswa sekolah, Pemerintah Provinsi Sumut menyelenggarakan berbagai kompetisi. Di antaranya menyelenggarakan olympiade sains, seni dan olahraga siswa nasional berprestasi. Tidak hanya, siswa, kompetisi juga dilakukan untuk para pendidik dan pengelola sekolah. Di antaranya pemilihan guru SMA dan SMK berprestasi, pemilihan kepala sekolah, pengawas sekolah, tenaga perpustakaan, tenaga administrasi dan tenaga laboratorium berprestasi jenjang SMA/SMK. Pemprov Sumut juga telah melakukan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB secara online. Untuk melancarkan pelaksanaan tersebut, telah dilakukan sosialisasi dan Bimbingan Teknis PPDB online kepada 738 orang operator SMA/SMK Negeri. Sementara itu, tambah Arsyad, di tahun 2020, Pemprov Sumut akan melakukan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Dengan cara mendistribusikan pengajar mata pelajaran khusus di daerah terpencil yang dikenal dengan guru terbang. “Untuk pendidikan itulah yang sedang dan sudah kita lakukan, semoga dengan upaya-upaya tersebut, kualitas pendidikan Sumatera Utara bisa lebih meningkat lagi,” jelasnya. prn/han Kantor Gubsu-Ilustrasi. Pemerintah Provinsi Pemprov Sumatera Utara Sumut fokus untuk mewujudkan misi Sumatera Utara yang bermartabat dalam pendidikan. Tahun 2019, berbagai upaya dan capaian dilakukan demi meningkatkan kualitas dan pemenuhan akses pendidikan masyarakat Sumut. Di tahun pertama kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, Pemprov Sumut membuat gebrakan menaikkan gaji guru tidak tetap honorer Sekolah Menengah Atas SMA, Sekolah Menengah Kejuruan SMK, Sekolah Luar Biasa SLB Negeri di Provinsi Sumut. Gaji guru honorer dinaikkan dari per jam pelajaran menjadi Rp per jam pelajaran. Tidak hanya kesejahteraannya, Pemprov Sumut juga melakukan peningkatan kompetensi guru honorer. “Sudah sepatutnya guru itu sejahtera dengan gaji layak, guru adalah pendidik anak-anak kita yang juga nantinya menjadi penerus kita, jadi kita naikkan gaji guru tidak tetap menjadi per jam pelajaran,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat 27/12. Selain itu, ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, pada tahun 2019, Pemprovsu telah membangun berbagai sarana dan penunjang sekolah di seluruh Sumut. Di antaranya pembangunan dua sekolah baru yakni SMAN 1 Beringin Deliserdang, dan SMK Negeri Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Pemprov Sumut juga menambah sarana penunjang belajar seperti membangun 169 ruang kelas baru, melakukan rehab 64 ruang kelas di 16 kabupaten/kota, pengadaan mobiler sekolah di 83 SMA/SMK di 16 kabupaten/kota, peralatan praktik komputer untuk 62 SMA/SMK di 14 kabupaten kota, alat praktik pertanian untuk 10 SMK di 7 kabupaten/kota. Tidak hanya pembangunan fisik. Peningkatan kapasitas pendidik juga sangat diperlukan. Pemprov Sumut telah melaksanakan berbagai peningkatan kapasitas yang diperuntukkan kepada guru maupun pengelola sekolah. Di antaranya melaksanakan workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran jenjang SMA/SMK bagi 150 orang guru dan peningkatan kompetensi 60 orang guru SLB serta Bimtek Penyusunan Perencanaan Sekolah SMA, SMK, SLB bagi 688 orang Kepala Sekolah. Selain itu juga dilakukan Bimtek penyelenggaraan UNBK SMA/SMK bagi 950 orang petugas manajemen dan pelaksana teknis, workshop implementasi kurikulum 2013 SMK sebanyak 99 orang , workshop pendidikan karakter bagi siswa jenjang SMK sebanyak 99 orang, workshop manajerial dan re-engineering SMK bagi 99 orang. Ada pula beberapa upaya lain di antaranya, peningkatan pelayanan pendidikan berkualitas seperti e – DUPAK, e – Supervisi, e-learninng, dan e – Tes. Juga telah dilakukan revitalisasi SMK dengan program keahlian pengelolaan kopi, serta pelaksanaan gerakan sekolah cerdas bermartabat yang berupa gerakan sekolah mandiri, bersih, melayani, tertib dan bersatu, serta pelaksanaan gerakan sekolah berintegritas bekerjasama dengan KPK RI. Untuk meningkatkan daya saing siswa sekolah, Pemerintah Provinsi Sumut menyelenggarakan berbagai kompetisi. Di antaranya menyelenggarakan olympiade sains, seni dan olahraga siswa nasional berprestasi. Tidak hanya, siswa, kompetisi juga dilakukan untuk para pendidik dan pengelola sekolah. Di antaranya pemilihan guru SMA dan SMK berprestasi, pemilihan kepala sekolah, pengawas sekolah, tenaga perpustakaan, tenaga administrasi dan tenaga laboratorium berprestasi jenjang SMA/SMK. Pemprov Sumut juga telah melakukan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB secara online. Untuk melancarkan pelaksanaan tersebut, telah dilakukan sosialisasi dan Bimbingan Teknis PPDB online kepada 738 orang operator SMA/SMK Negeri. Sementara itu, tambah Arsyad, di tahun 2020, Pemprov Sumut akan melakukan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Dengan cara mendistribusikan pengajar mata pelajaran khusus di daerah terpencil yang dikenal dengan guru terbang. “Untuk pendidikan itulah yang sedang dan sudah kita lakukan, semoga dengan upaya-upaya tersebut, kualitas pendidikan Sumatera Utara bisa lebih meningkat lagi,” jelasnya. prn/han

gaji guru honorer sma smk sumut